Cinta Dan Seks Dalam Maya Dan Mimpi

Illustrasi: urbandictionary.com

Bagi seseorang yang terjun ke dunia maya seringkali lupa dan tidak bisa membedakan mana nyata dan mana maya. Bagi seorang pemimpi, sulit juga terkadang memisahkan mana yang sebenarnya mimpi dan mana fakta dan kenyataan yang ada. Larut dan tenggelam dalam kehidupan maya dan juga mimpi sampai tidak bisa lagi berpikir dengan jernih dan sehat. Tidak tahu lagi mana yang benar dan mana yang salah. Bahkan tidak tahu lagi siapa diri yang sebenarnya. Apakah mau jujur mengakuinya?!

Saya seringkali terkejut bila mendapatkan kabar tentang keadaan si A yang begini, si B yang begitu, si C yang anu, si D yang ini itu. Meski bukan hal baru lagi bagi saya bila kejadian itu ada dan terus berlanjut, namun saya seringkali tidak bisa juga menahan diri untuk tidak sedih ataupun marah, apalagi jika ada yang dikorbankan di dalamnya. Tahu sendiri bagaimana gossip, kan?! Mulut bisa lebih tajam daripada pedang.

Apalagi jika semua itu berhubungan erat dengan seks dan cinta. Sungguh sangat memprihatinkan sekali. Cinta bisa saja terjadi di dunia maya, tetapi ikatan dalam tali cinta di dunia maya ini sungguh sulit sekali untuk bisa mendapat “kepastian”. Mana ada yang bisa pasti bila bertemu pun tidak ataupun belum. Di dunia maya ini, semua bisa jadi siapa dan apa. Sangat tergantung kepada diri sendiri mau membuatnya menjadi seperti apa dan sangat tergantung kepada yang lainnya juga, sejauh apa kita bisa dibuatnya.

Di dunia nyata saja kita masih sering tertipu oleh penampilan, apalagi di dunia maya?! Wajah asli pun belum tahu, bagaimana bisa mengetahuinya dengan benar. Lain sekali ceritanya bila sudah berani menunjukkan wajah yang sebenarnya dan sudah bertemu di dunia nyata. Ketahuan sekali, deh, mana yang yang sebenarnya. Di dunia maya bisa menjadi selebritis yang paling hebat, dan bahkan menjadi seorang ningrat, ulama, dan pembesar, coba kalau sudah ketemu aslinya. Bisa juga menjadi seorang yang alim, baik, dan lembut, penuh perhatian dan sayang, wah, saya sudah paling tidak mau tertipu dengan yang beginian.

Seks di dunia maya sudah bukan sesuatu yang aneh lagi terjadi karena sekarang ini sudah banyak sekali yang melakukannya dan dianggap biasa. Bisa dimengerti karena bila dilakukan di dunia maya, fantasi seks bisa menjadi sangat liar, banal, nakal, dan sangat menggairahkan sekali. Membuat hasrat menjulang tinggi ke langit dan gejolak birahi pun semakin sulit untuk dikendalikan. Untuk mencapai orgasmenya pun tentunya dengan melakukan masturbasi sendiri, yang tentunya seringkali lebih memuaskan dibandingkan dengan pasangan terutama bila yang memang tidak memiliki pasangan ataupun tidak mendapatkan kepuasan seksual dari pasangan yang sebenarnya.

Bilapun kemudian ada yang menganggap bahwa ini hanya terjadi dan dilakukan oleh pria saja, tentunya ini adalah sebuah persepsi yang salah sama sekali. Perempuan pun bisa melakukannya dan tidak mungkin semua ini bisa terjadi bila tidak ada sepasang insane yang melakukannya. Pria dan perempuan sama saja, hanya bedanya, karena pria lebih mudah tersangsang secara visual baik apa yang dilihat maupun didengar, maka pria cenderung menjadi lebih berani. Sementara perempuan, lebih banyak sok malu-malu dan “jaim”-nya, padahal sama saja.

Pria mengajak, perempuan memberi kesempatan. Perempuan menggoda, pria pun memburu. Jika sudah demikian, seharusnya tidak ada yang harus disalahkan atau saling menyalahkan antara satu sama lainnya. Sama-sama melakukannya, kok?! Kenapa kemudian harus melakukan pembenaran dan menuduh satu dengan yang lainnya dengan alasan diajak, digoda, ataupun dirayu. Siapa suruh mau?!

Yang paling menjengkelkan adalah segala pembenaran yang terjadi bila ada sesuatu yang terjadi. Seperti yang tadi telah disebutkan semua bisa menjadi siapa dan perempuan paling mudah membuat diri menjadi seolah-olah adalah yang dicintai, disukai, dan atau menjadi korban karena dicintai dan disukai. Pria pun paling pintar menebarkan pesonanya dan menjadi pria yang paling baik, polos, dan seolah-olah tiak pernah melakukan apa-apa karena merasa tidak bersalah. Padahal belum tentu semua itu benar.

Parahnya lagi, ini ditanggapi pula oleh mereka yang menjadi teman “curhat” mereka, yang “sok tahu”, “sok bijaksana”, “sok dewasa”, dan bertindak seolah-olah seperti malaikat penolong. Mana ada orang yang juga memiliki masalah “objektifitas” dan “profesionalisme” bisa melakukannya. Jangan salah, namanya juga dunia maya, yakinkah mereka itu teman dan sahabat?! Di dunia nyata saja teman dan sahabat itu adalah yang paling banyak menjadi “penusuk”, apalagi di dunia maya!!! Yakinkah mereka itu memang benar handal dalam menyelesaikan masalah?! Jangan-jangan mereka sendiri yang sepatutnya mendapatkan pertolongan!!!

Saya sebenarnya sudah pernah beberapa kali menuliskan tentang masalah ini. “Selingkuh di Facebook?”, “Arti Cinta Dalam Maya”, dan “Bercinta di Dunia Maya”. Namun sepertinya saya harus menuliskan ini kembali mengingat setiap kali banyak “pendatang” baru di dunia maya dan di dunia sosial maya termasuk Kompasiana, selalu saja banyak lagi masalah baru timbul. Pemangsa dan mangsa baru berkeliaran dan sama-sama belum tahu situasi dan kondisi sehingga sangat mudah untuk larut, hanyut, dan terjerumus. Apalagi jika tidak mau belajar dari yang lalu dan sebelumnya, sudah bisa diduga, mana yang akan menimbulkan masalah dan mana yang akan mengalami masalah. Polanya selalu sama, kok!!!

Ini semua berkaitan erat sekali dengan pemahaman atas “kemampuan membaca” tulisan, karena tulisan itu bukan sekedar aksara berderet yang terlihat indah, menarik, seksi, ataupun bermanfaat dan berarti. Selalu ada yang yang tersirat dari setiap tulisan itu, disadari tidak disadari, diakui tidak diakui oleh penulisnya. Karakter dan kepribadian seseorang bisa dinilai dari tulisannya, baik berupa tulisan panjang ataupun caranya berkomentar, dan berbincang, baik langsung ataupun melalui media telepon, chat, dan lain sebagainya. Ini semua dipelajari di dunia psikologi lanjutan dan sekarang ini sedang giat dikembangkan. Jadi, jangan bilang semua ini tidak masuk akal atau tidak realistis, ya!!!

Begitu juga perihal kejiwaan mereka yang memang pemimpi. Ada yang memang benar-benar pemimpi di siang bolong, ada juga pemimpi yang memang berpandangan ke depan, dan ada juga pemimpi yang dipenuhi dengan hasrat dan ambisi pribadi namun tidak memiliki kapasitas dan kemampuan untuk mewujudkan mimpi. Bagi pemimpi di siang bolong, biasanya apapun selalu dilebih-lebihkan dan sangat tidak logis ataupun rasional. Bagi pemimpi yang berpadangan ke depan, biasanya penuh dengan strategi sesuai dengan maksud dan tujuan juga kapasitas dan kemampuan serta situasi dan kondisi. Yang paling parah yang terakhir, karena biasanya jarang ada yang mau jujur mengakui bahwa dirinya egois, rakus, jahat, dan hanya mementingkan diri sendiri. Tidak mudah untuk menjadi jujur. Ngaku sajalah, ya!!!

Semua itu sangat tergantung sekali kepada kestabilan dan kondisi kejiwaan seseorang dan tidak mudah juga mendeteksi ataupun mengetahuinya bila tidak memiliki pengalaman ataupun pengetahuan yang cukup tentang semua ini. Hingga akhirnya masalah terus berputar dan tidak terjadi penyelesaian. Ujung-ujungnya, rebut dan berantem, saling tuding dan saling menyalahkan, dan tentunya gossip lagi, gossip lagi.

Saya menuliskan ini semua atas rasa keprihatinan saya atas apa yang sekarang terjadi setelah saya menerima sejumlah cerita dan juga membaca tulisan-tulisan yang ada. Banyak sekali yang menunjukkan indikasi ada sesuatu yang “salah” lagi terjadi sehingga saya ingin sekali mengingatkannya kembali. Tidak enak rasanya hati bila berdiam diri dan membiarkan semua ini terjadi. Biarlah saya dibilang apapun juga ataupun dinilai apapun juga. Sama sekali tidak penting bagi saya, karena saya tahu apa yang saya lakukan.

Obat untuk mengatasi semua ini hanya satu, yaitu jujur. Cobalah untuk menjadi jujur pada diri sendiri. Itu saja. Kejujuran itu memang sepertinya berat dan sulit tetapi selalu membuahkan keindahan. Akuilah apa dan siapa diri kita yang sebenarnya dan hentikan semua sikap defensif ataupun menyerang yang lain itu hanya untuk pembenaran atas kesalahan dan kekurangan diri. Apa tidak capek dengan semua kebohongan itu?! Sudah siap dengan segala resikonya?! Yakin?!Ayolah, katanya semua ingin bahagia dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Ingin bisa berbakti pada bangsa dan Negara juga ingin berbuat sesuatu untuk masa depan. Mulailah dari diri sendiri dulu, ya!!!

Jangan pernah takut untuk sendiri ataupun kesendirian, karena kita pun terlahir dalam keadaan sendiri dan akan kembali sendiri juga. Untuk apa harus kemudian menyiksa diri dan juga yang lainnya hanya karena tidak ingin sendiri, takut sendiri dan merasa sepi serta sendiri. Lebih baik menjadi diri sendiri meski sepi dan sendiri tetapi bisa memberikan banyak arti dan manfaat bagi semua. Penuhilah diri dengan cinta dan berikanlah banyak cinta dengan penuh ketulusan dan keikhlasan. Rendahkan hati dan teruslah belajar. Bahagia dan damai itu pasti akan ada di dalam diri.

Semoga berkenan dan bisa memberikan manfaat serta arti.

Salam hangat  penuh cinta selalu,

Mariska Lubis

25 September 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Mimpi, Pendidikan Sosial and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to Cinta Dan Seks Dalam Maya Dan Mimpi

  1. Sugeng says:

    Saya pernah diajak dan dimintai tolong oleh seorang teman yang jauh disana untuk melakukan sex by phone. Gila !! itu pendapat saya tentang aktivitas ini. Karena terprovokasi dan karena ada isyarat merayu, akhirnya sex by phone tidak jadi dilakukan tapi diganti sex by SMS. Lebih gila lagi menurutku. Namun akhirnya SMS mautku telah membuat teman ku itu klepek2 setenggah mati. Aku sendiri tidak merasakan apa-apa selain memang sedikit terangsang dengan balasan SMS nya. Dan yang lebih heboh nya lagi saat saya tanya, “sudah puas ya, berapa kali klimaks ??” Jawaban nya membuat aku terbenggong2, “tujuh kali” Gedubrak !!
    Dunia sekarang emang sudah aneh dan saya salah satu yang membuat aneh itu😕

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  2. Hmmmm, sangat “jujur” sekali mbak menggambarkan kondisi “perselingkuhan maya” yang marak terjadi saat ini. Bersumber dari aksi yang disambut dengan reaksi, aksi merayu dengan reaksi termakan rayuan. Pada saat si penerima aksi jujur, si pembawa aksi akan tetap melancarkan serangan, sampai kejujuran itu dimakan api rayuan. Jadi menurut saya kejujuran saja tidaklah cukup mengatasi si pembawa aksi ini, dibutuhkan keimanan yang kuat untuk memutus gelombang rayuan si pembawa aksi untuk tidak sama sekali berhubungan lagi melalui media apapun.

  3. Nurul Amin says:

    Aku sepakat deh sama kamu kak…
    Baik sebagai pemain, korban, atau apalah namanya, rasanya aku pernah menjalaninya, dalam taraf yang menurut orang keterlaluan mungkin atau bahkan biasa saja bagi yang sudah ahlinya…

    Banyak cara digunakan untuk memburu, menangkap, memancing mangsa…mulai dari to the point yang biasa disukai mereka yang agak hyper, sampai dengan cara yang sok peduli, simpati, menasehati buat mereka yang mudah galau n sedikit tertutup….

    Memang penjahat, termasuk saya ketika itu punya beribu cara untuk merayu, menggoda, sampai-sampai tak disadar oleh si korban…

    Saya yang pernah menjadi pelaku, sekaligus korban, mengucapkan permohonan maaf yang tulus dan semoga saya tidak mengulanginya lagi pada orang yang sama atau yang lain…(Bahkan kalimat seperti ini saja juga bisa ditafsirkan sebagai senjata untuk mengundang simpati)…

    bahkan dulu saya pernah menyimpan skrip tipe-tipe dan cara-cara yang saya ujicobakan, tapi untuk tujuan pribadi…supaya cepat sembuh, semua skrip itu saya buang..dan saya jadi sedikit lega karena telah membuangnya…

    Intinya, di dunia maya, jangan pernah percaya pada siapapun, bahkan termasuk diri sendiri…Senyata apapun dunia maya, dia tetap saya dunia maya..😀

  4. Adinda Mismarni says:

    Tulisan yg bagus sister, sangat berkesan seolah-olah pernah mengalami. Memang agak sulit menemukan apa yg tersirat dalam tulisan ini, tp bukan tak mungkin karena tergantung dari pemahaman dan kemampuan menganalisa permasalahan.
    Terimakasih sister..dan bila ada kesempatan dan bahan, tolong di bahas dan di ulas tentang chatsex para lesbian di Facebook yang sedang marak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s