Cahaya Cinta Sang Kekasih

Kebingungan melanda saat tiada tempat untuk berlabuh dan bercerita. Kalut mendera bila pelabuhan itu pun sedang bermuram durja diterpa gelombang laut yang sedang meninggi. Cinta sang kekasih begitu melekat dan bersatu di dalam jiwa, sehingga semua tiada arti bila cinta itu tiada lagi. Haruskah cahaya itu meredup dan sirna?!

Pada saat kerinduan itu memuncak, tidak ada keinginan yang lebih selain berjumpa dan melepas kerinduan. Memang tak enak menahan gejolak rindu, apalagi bila dia sebenarnya selalu ada di dalam hati dan diri. Tak pernah lepas dan jauh, pelupuk mata pun dipenuhi oleh dirinya.

Sayangnya, seringkali keinginan itu tak selalu dapat terwujud. Prioritas adalah yang utama dan tidak ada alasan untuk tidak mendahulukan yang utama. Semua itu juga dilakukan karena untuk kepentingan bersama.


“Saya rindu dirimu. Teramat sangat rindu.”
“Saya juga sangat rindu. Maafkan diriku, cinta! Saya ingin sekali bersamamu, tapi….”
“Saya ingin pergi dan melakukan sesuatu untuk menghilangkan kesedihan dan mengendalikan kerinduan yang terus kian mendera.”
“Jangan pergi, cinta. Yang sekarang ini saya kerjakan adalah yang memang dirimu inginkan bukan?! Saya tak mungkin melakukan ini semua bila tanpamu.”
“Saya hanya pergi sejenak saja, saya tak ingin mengganggu dirimu.”
“Nggak, sayang! Please, jangan pergi! Saya tak akan bisa.”
“Sayang….”

Teringat di dalam bayang- bayang kenangan indah saat berada di dalam pelukannya. Bercerita banyak tentang hari-hari dan waktu yang dipenuhi suka dan duka. Tertawa, menangis, dan hanyut di dalam suasana yang penuh dengan cinta. Banyak mimpi dan keinginan yang ingin diwujudkan untuk kebahagiaan bersama.

“Jangan pernah pergi dan tinggalkan saya, ya, cinta!”
“Saya tak ingin jauh, saya tak bisa apa-apa tanpa dirimu.”
“Saya dan dirimu berada dalam sebuah gelombang yang mendorong kita untuk dapat banyak berbuat untuk cinta.”
“Yah, saya bahagia sekali karena kita selalu bisa saling mengisi dan mendorong untuk bisa sama-sama mewujudkan apa yang kita inginkan bersama.”

Menjadi sebuah dilema yang umum terjadi bila rasa rindu sedemikian kuatnya sehingga sulit sekali untuk dapat membendung dan mengendalikannya. Pikiran negatif mudah sekali muncul apalagi jika tidak ada keyakinan atas diri sendiri dan cinta yang ada. Rasa cemburu dapat menjadi berlebihan dan kemudian berefek pada perilaku yang lewat dari batas logika. Meski disadari dan diakui pun tetap saja sulit.

Wajar bila hal ini terjadi tetapi sangat tidak baik bila kemudian menjadi berlebihan. Semua yang berlebihan tentunya sama sekali tidak baik. Tidak perlu berpikiran negatif terhadap diri sendiri ataupun terhadap dirinya, karena itulah yang paling sering menyebabkan perselisihan. Biarpun tidak dibahas, tetapi dapat muncul dan meledak pada saat dan waktunya. Oleh karena itu, bicarakanlah baik-baik dan hingga tuntas. Berdebat dan berselisih paham merupakan bagian dari saling kenal antara satu dan lainnya. Hanya saja, harus sama-sama dapat tetap konsisten pada komitmen dan membedakan antara rasa cinta yang ada dan perbedaan pendapat. Tidak perlu harus selalu sama, kan?! Di dalam perbedaan itulah justru akan ditemukan keseimbangan, saling mengisi, dan saling menguatkan.

Beda lagi bila memang tidak lagi memiliki rasa. Tidak perlu takut untuk mengakui bahwa rasa itu dapat berubah seiring perjalanan waktu. Hendaknya hal ini tidak dipungkiri ataupun dibiarkan berlarut. Bila masih memiliki rasa itu, cobalah mencari cara untuk memperbaikinya. Jangan mencari orang lain untuk menyelesaikan dan menjadi pelarian, fokus saja dulu pada diri sendiri dan pasangan. Bila memang tidak lagi ada rasa itu, beranilah juga untuk mengambil sikap dan keputusan. Sekarang atau nanti, hasilnya akan sama saja bila tidak segera menyelesaikan masalah yang ada. Malah capek sendiri. Toh, mau tetap bersama atau berpisah, sama-sama memiliki resiko dan konsekuensi serta tanggungjawabnya masing-masing. Ini hanya masalah keberanian untuk mengambil keputusan dan komit pada pilihan yang sudah diambil. Tak mungkin semua keinginan itu bisa terwujud.

Sama seperti cinta kepada bangsa dan negara ini. Rasa rindu yang teramat sangat kepada keindahan dan kemahsyurannya seringkali membuat kita menjadi kesal dan marah. Yang paling banyak dilakukan adalah kritik dan caci maki, sementara masalah yang ada tidak juga diselesaikan dengan baik. Masing-masing merasa sudah yang paling benar, padahal, inti dari permasalahan itu sendiri tidak tahu dan bagaimana menyelesaikannya pun hanya berdasarkan keinginan diri sendiri saja. Oleh karena itu, masalah tidak akan pernah selesai-selesai dan keadaan menjadi semakin parah.

Bila memang masih ada cinta, maka akan ada tindakan dan langkah konkrit yang bermanfaat untuk ke depan. Proses pun dilalui dengan penuh ketekunan, kesabaran. Keberanian untuk menempuh proses, komit pada idealisme dan keyakinan, tentunya akan membuahkan keindahan yang tidak hanya dinikmati oleh diri sendiri tetapi semua. Tapi yah, itu masalah pilihan lagi. Seberapa berani menentukan pilihan dan mengambil segala resiko, konsekuensi, dan tanggungjawabnya.

Tak perlu kalut ataupun bingung. Cinta yang sebenarnya akan senantiasa abadi dan tak akan pernah hilang. Seperti yang diuraikan oleh seorang pria penuh pesona cinta, “Apakah ada kedekatan lain selain bersatunya dua jiwa yang sama mencintai? Adakah cahaya lain selain cahaya sang kekasih yang menjadi penerang jiwa?!”. Maka, yakinlah!!!


Salam hangat penuh cinta,


Mariska Lubis
16 Maret 2012

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Mimpi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Cahaya Cinta Sang Kekasih

  1. agil29 says:

    >>
    Diksi yang sederhana, tapi luar biasa…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s