Punya Pacar Berhati Dua

Paling tidak enak, ya?! Siapa yang mau menjadi nomor dua dan diduakan?! Meskipun bisa menerimanya namun tetap saja ada “rasa” tak enak yang mengganjal di dalam hati. Apalagi jika posisinya adalah sebagai “simpanan” yang disembunyikan. Jika tak kuat hati dan sabar, bisa-bisa semuanya menjadi hancur berantakan.

Cinta dapat datang kapan saja dan begitu saja tanpa ada angin ataupun hujan. Kita juga tak pernah bisa menebak kepada siapa kita jatuh cinta. Bila panah itu sudah melesat dari busur cinta, siapa yang kuasa menolaknya?! Mau dipungkiri sedemikian rupa pun tetap saja tak bisa.

Berbeda jika memang sudah diatur dan dibuat sedemikian rupa agar seolah cinta itu benar ada. Rasa kagum, rasa senasib, rasa iba dan kasihan, seringkali membuat banyak yang merasa bahwa benar itu adalah cinta. Belum lagi bila karena faktor kebutuhan, kesepian, kebosanan, dan bahkan juga karena ego, ambisi, dan nafsu untuk mendapatkan sesuatu, cinta pun bisa dibuat seolah benar ada. Paling berapa lama, sih, hingga kemudian sadar dan rasa penyesalan itu pun muncul?!

Tak sedikit kasus terjadi di mana cinta itu datang justru kepada orang yang sudah memiliki pasangan lain. Menjadi serba salah karena tentunya tidak mudah untuk menghapuskan rasa cinta itu begitu saja, tetapi rasa takut juga tentunya ada. Biar bagaimanapun, seseorang yang memiliki hati, tentunya tidak ingin merusak kebahagiaan yang sudah dimiliki sebelumnya. Terutama lagi bila sudah ada anak-anak yang seharusnya menjadi prioritas utama. Jangan sampai ego, nafsu, dan ambisi merusak kebahagiaan dan masa depan anak-anak.

Bila pun kemudian hubungan itu pun terjadi dan terjalin, posisinya menjadi semakin sulit. Tidak mudah untuk memilih karena semua memiliki resiko dan konsekuensinya masing-masing. Tetapi juga harus disadari bahwa seringkali kita tidak boleh serakah dengan menginginkan untuk mendapatkan semuanya. Tidak adanya kepastian dan keraguan tentu membuat suasana pun menjadi sering tidak enak. Serba salah dan tak tahu mau bagaimana.

Apalagi jika hubungan yang terjadi adalah hubungan yang harus disembunyikan dan disimpan. Dusta demi dusta terus dilakukan untuk menutupinya dengan berbagai alasan. Tidak mustahil bila ada pemikiran buruk dan negatif yang seringkali muncul.

“Bila dia dapat berdusta kepada pasangannya sendiri, maka dia pun dapat melakukan hal yang sama terhadap diri ini, kan?” 

“Siapa yang tahu ada berapa banyak yang disembunyikan lainnya?!”

“Bagaimana bila semua ini terbongkar? Apa yang akan terjadi?! Siapkah dia?! Apa yang akan dipilih dan dilakukannya?!””

Mengapa dia harus terus menutupinya bila memang benar cinta?!”

Aduh!!!

Seorang perempuan mendesah dalam dan panjang karena pikirannya sedang sangat kebingungan. Dia sangat mencintai pria yang sudah memiliki keluarga sendiri, sementara dia pun sudah memiliki anak-anak dari pasangan sebelumnya. Di satu sisi, dia sangat ingin bisa selalu bersama pria itu, tetapi di sisi lain, dia pun tidak tega menghancurkan rumah tangga pria itu. Apalagi hubungannya terdahulu pun hancur karena selalu ada perempuan lain di hati pasangannya, sehingga dia pun tahu bagaimana rasanya “ditinggalkan” untuk yang lain.

Posisinya menjadi serba salah, apalagi karena hubungannya dengan pria itu harus selalu disembunyikan. Tidak ada yang boleh tahu dan itu bukan hanya karena takut keluarga pria itu berantakan tetapi terlebih adalah karena kariernya. Perempuan itu tidak ingin karier kekasih hatinya menjadi hilang dan lenyap begitu saja hanya karena sebuah skandal di dalam rumah tangga akibat ada perempuan lain, yaitu dirinya. Dia tidak akan pernah memaafkan dirinya bila hal itu sampai terjadi.

Dia pun selalu membayangkan anak-anak dari pria yang sangat dicintainya itu. Dia tidak ingin anak-anak yang tak berdosa dan bersalah menjadi korban dari perilaku orang tuanya. Dia tidak ingin anak-anak itu membenci dan menyalahkan ayahnya karena telah mengkhianati ibunda mereka sendiri. Entah apa yang akan dilakukan bila sampai semua itu terjadi, yang pasti penyesalan tidak akan pernah berhenti.

Di sisi lain, perempuan itu tak sanggup bila harus berpisah dengan pria itu. Dia sudah memberikannya kebahagiaan dan kenyamanan yang amat luar biasa. Di hatinya, pria itu adalah segalanya dan yang terindah. Sulit baginya untuk dapat mencintai seseorang sepenuh hati, tetapi dia mau melakukan apapun untuk kebahagiaan kekasih hatinya itu. Meskipun demikian, selalu ada gelisah di hatinya. Sebagai seorang perempuan, dia membutuhkan tempat untuk berlabuh. Dia ingin selalu ada yang menemani di sampingnya, yang menjaganya setiap saat, yang menjadi teman dalam hidup dan kesehariannya.

“Saya suka sedih sendiri bila harus ke mana-mana sendirian padahal saya tahu, saya punya kekasih. Sakit harus pergi ke rumah sakit sendiri, menghadapi masalah dan gangguan sendiri, bahkan ada dia di samping pun seringkali tak bisa kami bersama. Untuk bisa bermanja dan bergelayutan di tangannya pun tak bisa. Sehingga rasa sendiri dan kesepian itu pun sering melanda, walaupun tahu bahwa dia sangat mencintai saya.

Saya ingin dia bahagia bersama istri dan anak-anaknya karena dia pasti tidak bisa berpisah dari mereka semua. Bukan hanya anak saja, tetapi istrinya. Mereka sudah menikah belasan tahun dan pasti ada cinta di sana. Kenangan indah saat mereka bersama tidak mungkin hilang, hanya tersimpan saja karena seringkali semua itu jadi seolah hilang oleh banyaknya faktor dan masalah dalam keseharian. Saya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka, saya tidak berani untuk bertanya. Jujur saja, saya terkejut sewaktu tahu bahwa dia masih memiliki istri karena sebelumnya saya pikir dia sudah sendiri. Bila saya tahu, tentunya saya bisa mengambil keputusan lebih cepat dan tidak terlalu larut dalam rasa cinta yang kian mendalam ini.

Saya pun tidak ingin kariernya hancur berantakan karena dia adalah seorang suami dan ayah yang memiliki kewajiban dan tanggung jawab. Saya tidak mau dia menjadi bersalah, dibenci, dan tidak dihormati hanya karena saya. Dia adalah seorang pria yang dibutuhkan oleh semua. Saya pun tidak bisa berdusta dengan mengatakan tidak memiliki keinginan dan mimpi yang indah tentang sebuah pasangan yang utuh dan “normal”.

Saya adalah perempuan yang ingin memiliki kekasih dan pendamping yang selalu ada tanpa ada yang lain di antara kami. Oleh karena itu, ingin sekali bisa mengambil keputusan untuk berpisah saja. Berpisah dalam arti bukan lagi sebagai kekasih atau pacar tetapi sebagai sahabat dan rekan saja. Dengan cara demikian, saya tetap memberikan cinta saya meskipun ada batas yang harus dijaga dan tentunya tidak mudah sama sekali. Saya tak sanggup lagi untuk terus menutupi dan berdusta,  tapi sanggupkah saya berpisah dengannya?!”

Terus terang saja, saya bingung sendiri menjawab pertanyaan perempuan itu. Bila saya berada di dalam situasi yang sama, saya pun pasti akan bingung sendiri. Terkadang cinta dan keinginan tak bisa sejalan, rasional dan irasional pun seringkali bertentangan. Barangkali, kalau saya pribadi, saya akan kabur dan lari entah ke mana. Lebih baik menjauh dan tidak usah berhubungan lagi untuk menjaga segala kemungkinan buruk yang mungkin terjadi.

Amat sangat dibutuhkan pembicaraan dan komunikasi yang serius dan dewasa di antara keduanya. Apapun pilihan yang diambil harus sama-sama disepakati dan merupakan komitmen bersama. Tidak boleh ada seorang pun yang melanggar karena harus sama-sama menjaganya, tidak bisa hanya salah satu saja.

Jika memang ingin dilanjutkan, sebaiknya sudah siap dengan segala resiko dan konsekuensinya. Menjalani hari-hari dengan situasi dan kondisi yang tidak seperti biasanya dan tidak normal haruslah dipenuhi dengan kesabaran dan ketulusan. Sama-sama juga harus sadar penuh bahwa sabar pun ada batasnya dan rasa itu bisa berubah seiring waktu karena situasi dan kondisi. Sekali saja ada kesalahan, maka bisa menghancurkan semuanya.

Lain lagi jika memilih untuk tidak lagi menjadi sepasang kekasih. Menjadi sahabat dan rekan tidaklah mudah bila memiliki cinta, biarpun tahu bahwa cinta tak selalu harus bersama. Tak akan ada yang sanggup sebetulnya bila melihat cintanya bersama yang lain, meskipun itu untuk kebaikan bersama dan adalah untuk kebahagiaannya. Benar-benar butuh lebih banyak lagi kesabaran dan ketulusan serta kebesaran jiwa di dalam menghadapi dan menyikapinya.

Bila pun memilih untuk menikmati saja apapun yang terjadi dan membiarkan jiwa membawa ke manapun dia pergi, maka sebaiknya jangan pernah berharap ataupun bermimpi. Tentunya ini tidak mudah juga, karena harapan dan mimpi itulah yang memberikan gairah untuk tetap bersama dan menjaga cinta yang ada. Gairah itu bisa padam dengan mudahnya sehingga harus mencari jalan lain agar gairah itu terus menyala. Satu hal yang harus terus diingat adalah, waktu terus berjalan dan manusia berubah. Kesiapan atas perubahan itulah yang harus bisa benar-benar dipahami dan dimengerti oleh bersama.

Saya jadi teringat dengan kata-kata seseorang yang berkata kepada saya, “Rasa itu dapat berubah seiring perjalanan waktu”.  Kita memang suka salah juga menafsirkan apa benar itu cinta atau bukan. Bila benar cinta tentunya harus ada ego, nafsu, dan keinginan yang dikalahkan. Toh, bila kita memulai sebuah hubungan dalam bentuk apapun maka kita juga harus sudah siap dengan kemungkinan untuk berpisah dan tak bersama lagi. Manusia terlahir sendirian dan akan kembali sendirian juga. Cinta yang ada tidak akan pernah hilang bila diwujudkan dalam sebuah bentuk keindahan yang dapat memberikan kebahagiaan bagi semua, baik dilakukan sendiri ataupun bersama.

Memiliki pacar berhati dua sungguh sangat menyesakkan dada. Membuat kita menjadi tak berdaya dan entah harus bagaimana. Apapun itu yakinlah bahwa semua adalah yang terbaik dan terindah, dan segala sesuatunya pasti memiliki hikmah dan manfaat yang menjadi bekal serta pelajaran di dalam kehidupan. Bersyukur bisa merasakan cinta saja sudah sangat indah dan luar biasa, sehingga tak perlu lagi yang lain selain memberikan cinta yang ada itu untuk kebahagiaan semua.

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis
31 Maret 2012

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Punya Pacar Berhati Dua

  1. nathalia says:

    binun deh jawabnya😀

  2. arihyoshi says:

    Klo perempuannya yg berhati dua gimana mbak? Ntah saya yg bodoh tapi mmng itu yg saya alami.

    • bilikml says:

      tanyakan hatimu… tidak pernah ada yang bodoh dan salah dalam hal ini meski dunia mengatakannya demikian… biar bagaimanapun, perempuan adalah penentu di dalam semua hubungan…. pilihan ada di tangan dirimu dan setiap pilihan memiliki resikonya masing-masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s