Gosip Murahan Tak Mendidik dan Membodohi

Tidak habis pikir mengapa gosip sedemikian luar biasanya hingga menjadi sebuah keyakinan yang dipercayai oleh masyarakat Indonesia. Semua pasti sadar sekali bahwa bergosip itu tidak baik sama sekali bahkan bila semua itu benar adanya. Kenapa harus ikut campur urusan pribadi orang lain meski mereka adalah orang-orang yang diidolakan. Kenapa mereka diidolakan?! Kenapa tidak menjadi diri sendiri?! Sedemikian terlenanyakah kita semua oleh gosip murahan yang tak mendidik dan membodohi itu?! Ikut-ikutan menuding, mencemooh, mengintimidasi, dan melecehkan mereka pula. Apa semua sudah lebih baik dan lebih hebat dari mereka?! Lebih suci?! Lebih terhormat?! Kenapa tidak berkaca pada diri sendiri dulu?!

Sungguh menyedihkan bangsa dan negara indonesia yang sangat saya cintai ini. Rasa cinta dan bangga terhadap tanah air sudah tidak ada lagi. Rasa hormat dan penghargaan atas apa yang telah diberikan oleh ibu pertiwi dengan cintanya yang tanpa syarat itu pun tidak dipedulikan sama sekali. Saya tidak bicara soal pemimpin saja tetapi semua. Tidak percaya?! Lihat dan bacalah semua berita tentang gosip itu!!!

Betapa tidak?! Sudah jelas semua itu sangat tidak mendidik dan merupakan sebauh bentuk dari pembodohan, namun tetap saja dilakukan dan terus saja dinikmati. Sampai-sampai dijadikan sebuah keyakinan atas diri sendiri yang selalu merasa paling benar dan paling hebat. Dijadikan pula sarana untuk mengejar harta dan duniawi meski atas nama kebenaran. Apa memang sudah paling suci dan baik, ya?! ?! You’re right!!!

Sangat memalukan sekali di mana dalam keadaan yang terpuruk seperti sekarang ini seharusnya kita semua mau memperbaiki kehidupan agar menjadi lebih baik. Ini malah kebalikannya meski kritik jalan terus. Memang paling mudah menuding, menunjuk jari, dan bicara. Berpikir pun hanya untuk diri sendiri saja. Kapan punya rasa peduli terhadap yang lain?! Apa memang tidak mau negara kita menjadi lebih baik?! Sudah frustasi dan putus asa?! Bagus, deh!!! Berarti memang benar kalau mental dan nyali pun tak punya.

Pantaslah bila semuanya menjadi semakin memburuk dan kian memburuk. Tidak punya nyali untuk jujur mana mungkin bisa dibilang punya nyali?! Seorang pemberani yang memiliki mental baja adalah mereka yang berani untuk jujur dan berani untuk menjadi diri sendiri. Tidak memikirkan diri sendiri tetapi mau untuk berjuang demi semua. Apa yang ada dan terjadi sekarang ini?! Hanya pejuang pembual yang menjual bualan saja bukan?! Orientasinya hanya diri sendiri saja, kok!!! Jelas!!!

Diingatkan dan diberitahu pun tak mempan. Seperti sudah tidak bisa lagi berpikir secara sehat. Terlalu sombong dan tinggi hati, sih!!! Belajar pun tak mau!!! Yang dipelajari hanya yang bisa memberikan keuntungan untuk pribadi saja. Giliran yang untuk bersama dan untuk semua, malas, ya?! Hari begini mikirin yang lain?! Kantong dulu dipenuhi, dong?! Yang lain, nanti saja kalau ingat!!! Surga juga milik sendiri. Bisa dihitung, kok, apa yang telah diberikan dan apa yang telah diterima. Ya, kan?!

Parahnya lagi, semakin diingatkan semakin membabi buta. Gengsi apa takut?! Aaahhhhh!!!

Beginilah nasib bangsa dan negara tercinta ini. Kebodohan terus berlanjut dan pembodohan pun tidak ada habis-habisnya. Industrialisasi dan komersialisasi benar-benar sudah merasuk ke dalam jiwa. Mana yang benar dan mana yang salah pun sudah terbolak-balik. Mana kebenaran dan mana pembenaran pun sudah rancu. Mana yang ”sakit” dan mana yang sehat semakin tidak jelas. Fakta dan kenyataan yang sebenarnya pun tidak mau diterima dengan sikap yang bijaksana. Wawasan, pola pikir, dan cara pandang pun hanya terpaku pada satu sisi. Kaca mata kuda itu susah benar, ya, untuk ditaanggalkan dan dilepas?! Sudah melekat dan menyatu barangkali, ya?!

Kalau sudah begini, bagaimana pula masalah bisa diselesaikan?! Bagaimana mimpi itu bisa menjadi kenyataan?! Bagaimana kehidupan di masa nanti?! Kasihan sekali nasib generasi mendatang. Entah bagaimana apa jadinya mereka nanti. Tidak tahu bagaimana kehidupan mereka kemudian?! Pasrah saja?! Bagaimana nanti saja?! Silahkan!!!

Tidak apalah menjadi yang tersisih dan terbuang tetapi yang pasti, saya tidak pernah mau menyesali di kemudian hari. Saat saya menjadi tua dan melihat bagaimana generasi mendatang itu tumbuh dan menjadi dewasa, diikuti lagi oleh generasi-generasi berikutnya, paling tidak sudah berusaha. Semua memang sudah ada yang mengatur tetapi harapan itu selalu ada. Saya tidak mau berhenti untuk terus berusaha meski banyak aral dan rintangan serta kerikil tajam yang terus menghujam. Saya tidak takut karena saya yakin bahwa yang benar adalah benar. Kebenaran itu selalu ada.

Berhentilah melakukan semua ini!!! Lihatlah anak-anak kita!!! Tataplah mata dan pandangi wajah mereka. Bukankah mereka ada karena kita?! Di mana tanggungjawab kita?! Apakah memang cinta itu tidak pernah ada?! Tidakkah ada kerinduan itu?!

Setiap manusia memiliki kehidupannya masing-masing. Kita tidak bisa memberikan nilai atas apa yang kita lihat dan kita dengar begitu saja. Cobalah rasakan apa yang mereka rasakan?! Lihatlah dunia ini dari kaca mata mereka?! Mereka bisa saja kelihatan hebat dan sempurna. Penuh dengan senyum dan juga tawa. Siapa yang pernah tahu apa yang harus mereka jalani?! Siapa yang tahu apa yang ada di dalam hati kecil mereka?! Siapa yang pernah bisa menjadi mereka?! Apakah kita sanggup untuk menjadi seperti mereka?! Apakah kita menjadi lebih baik bila kita menjadi mereka?!

Kehidupan terus berjalan. Semua ada prosesnya dan semua ada masa serta waktunya. Namun sebenarnya apa yang kita cari?! Bukankah kita semua mencari kebahagiaan yang senantiasa abadi?! Hargailah proses itu dan belajarlah untuk bisa menghargainya. Proses kehidupan ini tidak akan pernah berhenti sampai saat dan waktunya itu tiba.

Janganlah pernah membohongi diri sendiri. Terimalah fakta dan kenyataan atas apa dan siapa diri kita yang sebenarnya. Tidak perlu malu untuk mengakuinya karena hanya dengan cara inilah kita semua bisa memperbaiki diri dan juga kehidupan ini. Apalah artinya nilai yang diberikan oleh manusia?! Bukankah ada Sang Maha yang lebih mengetahui semuanya?!

Cintailah bangsa dan negara ini. Berikanlah rasa hormat dan penghargaan yang penuh dengan ketulusan dan keikhlasan. Semua ini diberikan oleh-Nya sebagai rahmat dan anugerah yang sangat luar biasa. Tidakkah kita mau untuk menjadikan semua ini lebih berarti dan bermanfaat?! Apa dan siapakah kita yang sebenarnya?! Bukankah emas paling berharga yang merupakan bekal untuk menjadikan kehidupan ini lebih baik adalah diri kita sendiri?!

Marilah kita semua mencoba untuk selalu memberikan yang terbaik. Janganlah pernah takut untuk menjadi bunga di antara bunga yang lain. Jadilah matahari yang selalu bersinar dan memberikan terang dalam gelap serta menjadikan gelap itu terang. Kupu-kupu yang indah membuat kehidupan ini menjadi lebih baik.

Semoga bermanfaat!!!

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

28 Juli 2010

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Jiwa Merdeka, Perubahan, Politik and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s