Rindu Dirimu, Yang Segalanya…

google

Hujan turun dengan derasnya bersama petir yang terus menyambar dari langit. Membuat diri menjadi termenung dan teringat dengan seseorang yang berada nun jauh di sana. Di tempat di mana badai itu pun sedang sering menerjang dan menerbangkan atap rumah. Ingin sekali rasanya jemari ini menyentuh wajah yang penuh dengan kelembutan dalam balutan sejuta misteri yang ada di dalam dirinya. Rindu

Rindu selalu membuat hati menjadi risau dan pikiran galau. Suara pun seringkali menjadi parau karena isak tangis yang tiada juga mau berhenti. Mengapa sedemikian sulitnya untuk hanya dapat bertemu dengan dia?! Apakah memang karena saat dan waktunya belum tiba atau memang tak pernah ada?! Takdirkah atau tak ada keinginan dan usaha?

Pernah dia berkata bahwa semua ini terjadi hanya karena sedang cinta. Bila cinta itu sudah tidak ada lagi, maka yang tersisa adalah benci dan kemarahan. Bagaimana bila cinta itu selalu ada?! Salahkah bila rindu yang menjadikan cinta itu ada dan ada selalu itu terus dirasakan?! Bila benar yakin atas cinta yang ada, mengapa harus takut?! Mengapa ada bayang-bayang ketidakpercayaan yang seolah membuat cinta yang ada saat ini hanyalah sebuah mimpi dan kemustahilan?!

Awan hitam berkumpul semakin luas dan tetesan airnya tidak juga berhenti menyapa bumi. Begitu juga dengan derai air mata yang semakin lama semakin deras menetes. Daun-daun yang melambai diterpa angin dan diterjang air, mengingatkan diri pada sebuah untaian kerinduan. Angin yang menyergap dan menghentikan nafas, kian menyesakkan hati. Setiap kata yang pernah diucapkan dan setiap gerakan yang dilakukannya bagaikan buku dan film yang terbaca dan berputar di pelupuk mata. Kerinduan pun kian semakin kuat terasa.

“Untukmu, mana bisa orang pelit?! Si ratu cantik.”

“Yang pelit hanya dirimu. Untuk bertemu saja pelit.”

“Iya, ya!”

“Jadi, jangan pernah bilang saya si ratu cantik karena sudah terbukti, dirimu pelit bertemu dengan saya. Susah juga karena saya memang bukan tipe perempuan idamanmu.”

“Mulai nyindir….”

HIks!!!

Ah! Mengapa semuanya berputar kembali pada awal perjalanan?! Mengapa harus terbuka dan ingat kembali?! Jiwa pun menjadi bertanya dan bertanya lagi.

Pernah terjadi selisih dan perdebatan di satu saat dan masa ketika pertemuan itu sulit sekali terjadi sementara kerinduan sudah kian memuncak. Dia yang ingin berjumpa menjadi sedih dan patah arang karena waktunya belum juga tiba. Begitu juga ketika harus tertunda pada saat pertemuan kemudian, lagi-lagi dia menjadi hilang dan pergi untuk sesaat.

Semua itu berubah terbalik. Kini seolah tak ada lagi keinginan dan usaha darinya bahkan untuk berjumpa. Bahkan pada saat kesempatan itu ada dan pada saat sangat dibutuhkan sekali. Selisih dan perdebatan justru untuk tidak berjumpa. Hati yang tadinya yakin pun menjadi kehilangan pegangannya karena berharap pun sama artinya dengan tidak tulus dan ikhlas.

“Mengapa harus yang lain yang bertanya saya ke mana dan di mana? Siapa yang menemani dan bagaimana keadaan saya? Mengapa justru mereka yang sibuk memberikan saya perhatian sementara orang yang saya yakin mencintai, tidak pernah lagi melakukannya?! Apakah cinta itu sudah tidak ada lagi?!

“Saya memang orang yang bodoh dan tolol. Itu terbukti.”

“Jangan pernah berkata demikian. Dirimu selalu menjadi bintang tergenit yang terindah bagi saya. Biarpun bodoh dan tolol sekalipun, bintang tergenit tetap selalu nampak keindahannya di hati saya. Semua hanya masalah keinginan. Mau atau tidak?”

“Saya hanya bisa pasrah pada takdir.”

“Bahkan di dalam kepasrahan pun harus disertai dengan usaha. Meminta ijin dari-Nya saja, harus disertai dengan usaha. Bila tidak, apalah artinya manusia?! Berkah dan rahmat terindah yang diberikan untuk menjadi seorang manusia adalah kemampuannya untuk berpikir, bekerja, dan berusaha. Kepasrahan yang dipenuhi keyakinan tetap ada usaha di dalamnya. Sekali lagi, mau atau tidak?!”

Salahkah diri bila berusaha menjaga agar cinta yang ada itu selalu ada dan ada selalu?! Salahkah diri bila rindu itu ada dan ada selalu?! Mengapa cinta dan rindu itu terus ada?!

Seringkali kita terbuai dan terlena dengan keinginan dan keinginan. Rindu membuat kita ingin dan mengharuskan semua keinginan itu terwujud. Namun, kita juga sering lupa bahwa mimpi yang terindah baru dapat terwujud bila ada usaha dan kerja keras di dalamnya. Terkadang semua itu mudah tetapi seringkali harus bersabar dan sangat sabar.

Kesabaran di dalamnya juga bukan berarti tidak melakukan apa-apa. Meskipun perlahan dan harus mengulang lagi dari awal, bukan berarti kemudian langkah itu terhenti dan dihentikan. Takdir bukanlah alasan seseorang untuk berhenti berusaha. Segala sesuatunya seringkali nampak sulit dan rumit, bahkan berliku serta terjal, sesungguhnya, masalah tidak selalu demikian. Kesederhanaan dan kerendahan hati melihat segala sesuatu yang dianggap remeh dan tak berarti, justru seringkali menjadi jurus yang paling ampuh di dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada.

Apa yang pernah terjadi merupakan pijakan untuk dapat melangkah lebih maju lagi ke depan. Segala sesuatunya selalu memiliki keseimbangan. Baik atau buruk, benar atau salah, rasional atau irasional, sangat tergantung pada posisi, tempat, dan waktunya saja. Bila memang ingin dan mau, tidak ada yang tidak mungkin. Keyakinan dan ketulusan selalu membuahkan hasil yang manis.

Sama seperti juga di dalam kerinduan memiliki sebuah bangsa dan Negara yang aman, damai, tentram, adil, dan sejahtera. Kita seringkali jadi terjebak dengan keinginan dan mengharuskan semua itu terjadi tetapi prosesnya tidak mau dilakukan. Terlalu besarnya harapan pun membuat kita kecewa sendiri. Lantas, apakah kita harus berhenti berupaya?!

Hal yang besar sudah banyak yang dilakukan tetapi kenapa juga gagal?! Hal yang kecil seringkali kita anggap remeh dan tidak penting. Bila saja kita mau melihat ke belakang dan mempelajarinya, semua ada di sana. Lihatlah apa yang selama ini tidak pernah diperhatikan lagi?! Apa yang dianggap tidak penting?! Apa yang tidak dianggap hebat ataupun luar biasa?!

Bagi saya, hanya ada satu jawabannya, yaitu “Kata”. Saya yakin sekali bahwa kata bisa mengubah dunia. Politik hermeneutika bukanlah sesuatu yang baru, tetapi telah digunakan sepanjang manusia dan peradaban ini ada. Siapa yang pernah memperhatikannya?! Siapa yang mempedulikannya?! Di dalam keseharian pun, kata bisa mengubah segalanya. Kata yang dulu manis dan sering terurai penuh dengan perhatian dan cinta, lalu berubah menjadi dingin dan diam, tentunya dapat mengubah rasa yang ada di dalam hati.

Saat ini, kata rindu yang ada di dalam hati, jiwa, dan pikiran. Terurai dalam rangkaian sebuah tulisan yang menjadi ungkapan segala yang ada. Meskipun “hanya” menjadi sesuatu yang mungkin tiada berarti, namun demikianlah semua itu apa adanya. Biarlah menjadi sebuah pengingat atas saat dan waktu.

”Menulis di kertas biasa, juga biasa menulis di komputer dan Ipad. Menulis di kelopak mata jarang-jarang yang bisa kecuali diri yang penuh cinta. Menulis di kelopak mata….”

“Menulislah tentang cinta, dan berikanlah cintamu agar cinta kita selalu ada dan ada selalu. Biarkan cinta kita terlontar dalam ruang dan waktu yang tanpa batas. Saya rindu dirimu dan akan selalu merindukanmu. Dirimu adalah segalanya bagi saya.”

Wahai bintang tergenit, semoga Dia merestui cinta kita….

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis
17 Juni 2012

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Mimpi and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Rindu Dirimu, Yang Segalanya…

  1. Bahagia Arbi says:

    “Mengapa harus yang lain yang bertanya saya ke mana dan di mana? Siapa yang menemani dan bagaimana keadaan saya? Mengapa justru mereka yang sibuk memberikan saya perhatian sementara orang yang saya yakin mencintai, tidak pernah lagi melakukannya?! Apakah cinta itu sudah tidak ada lagi?!

    terimakasih utk tlsan indah ini,kakak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s