Perempuan Penghantar Surga

Dewi Surga – kastari.com

Seuntai rambut panjang hitam lebat nan legam terurai menjuntai menyentuh bumi dengan lembut. Mengayun lemah gemulai menyapa siapa pun yang merindukan hangatnya buaian malam. Dengan penuh keanggunan dan keangkuhannya sebagai seorang perempuan penguasa dunia, surga dihantarkannya. Bahagia yang senantiasa pun menjadi milik semua.

Memandang sepasang mata seorang perempuan bermahkota mayora mutu manikam membangkitkan gairah yang sangat luar biasa. Keinginan menjadi kian menggebu karena keyakinan dan rasa percaya atas segala yang baik itu semakin mendalam. Tidak lagi ada rasa takut dalam kesepian dan kesendirian, bersama di dalam cinta yang memenuhi hati, jiwa, pikiran, dan seluruh tubuh, pasti dapat mewujudkan semua mimpi yang indah itu.

Bersama dan bersatu akan membuat keteguhan dan kekuatan. Alam semesta yang tertidur pun akan bicara dan membantu bila saat dan waktunya sudah tiba. Dengan seijin dan restu yang diberikan, apa yang dianggap tidak mungkin, apa yang pernah diramalkan tidak akan pernah terjadi itu, akan dapat terwujud.

“Ibu, perempuan penguasa dunia tak akan pernah mampu bila sendiri.”

“Bersama kita bersatu padu dengan kerendahan hati melakukan apa yang sudah menjadi tugas dan kewajiban kita masing-masing sesuai dengan posisi, waktu, dan tempatnya. Saling bahu membahu, mengisi, dan tolong menolong agar apa yang baik dan indah itu bukan hanya milik kita sendiri tetapi semua.”

“Ibu, apalah artinya mata air tawar di tengah samudera laut berarir asin?!”

“Meskipun hanya setetes tetapi mampu menghapuskan dahaga mereka yang sudah haus kekeringan.”

“Mungkinkah, ibu?!”

“Yakinlah….”

Begitu juga ketika melihat perempuan pengasuh para penyu yang menopang dunia. Kesabarannya menghantarkan ilmu ke seluruh sudut bumi memberikan dorongan yang sangat kuat untuk bertahan dan tetap teguh pada keyakinan yang ada. Suara yang pernah dibisikkan dengan kuat dan lantangnya menjelang matahari terbit selalu mengingatkan diri atas sebuah kuasa. Biarpun kesalahan terus dibuat dan kenakalan terus dilakukan, pintu maaf tak pernah ditutupnya. Pelukan erat dan kecupan manisnya senantiasa mengiringi setiap perjalanan.

“Ibu, maafkanlah diri ini. Peluklah dan dekap erat, saya membutuhkanmu, Ibu.”

“Saya selalu ada bersamamu. Ke mana pun dirimu pergi, saya selalu ada. Saya ada di dalam   hatimu. Saya adalah dirimu dan dirimu adalah saya.”

“Berkenankah ibu untuk tetap membantu saya dengan memberikan semua kitab ilmu pengetahuan itu? Saya ingin menghantarkannya kepada semua lewat kata. Hanya itu yang mampu saya lakukan.”

“Pasti, sayang. Namun bersabarlah dan nikmati setiap prosesnya. Kehidupan ini memiliki tahapan tersendiri yang menuju hanya kepada satu. Belajarlah dari setiap saat dan waktu yang pernah terlewat dan jadikanlah pijakan agar dirimu mampu terus melangkah maju.”

“Seks dan cinta. Politik, perang, dan damai. Seni dan sejarah. Hukum, fisika, dan matematika. Apapun itu, tak akan pernah ada dan bisa berjalan maju ke depan tanpa kata.”

“Perempuan memiliki kata yang mampu memutarbalikkan dan membuat dunia jungkir balik sesuai dengan keinginannya. Kata perempuan dapat menjadi racun sekaligus anggur yang memabukkan. Kata perempuan juga yang dapat membuat dunia ini dipenuhi dengan cinta dengan segala mahligai keindahannya. Bersihkan dirimu dan janganlah terbawa kering oleh garam yang ada di dalam lautan. Jaga dan rawat dirimu dengan selalu bermandikan air tawar itu. Yakinkah hatimu dan fokus. Jangan pernah lupakan apa dan siapa dirimu. Biarlah apa yang kamu lakukan hanya dari-Nya, oleh-Nya, dan hanya untuk-Nya.”

Tangis yang kemarin-kemarin terus membanjiri pun berubah menjadi senyuman. Burung seriti yang sedang meniti di titian awan itu juga seolah tahu dan mereka menari dengan riang gembira. Matahari memang tak pernah ingkar janji. Meski tertutup awan yang gelap sekalipun, cahayanya tak pernah hilang. Terus ada usaha dan kerja keras agar dunia ini tak pernah gulap gulita.

Perempuan seringkali berpikir bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah sehingga menjadi tidak berdaya. Oleh karena itu, seringkali menuntut untuk mendapatkan “daya” lewat segala jualan pembenaran yang menguntungkan dirinya sendiri. Cinta yang dirasakannya, hanyalah untuk diri sendiri juga, meski sebenarnya perempuan memiliki kekuatan yang maha dahsyat bila sudah dipenuhi oleh cinta dan mau memberikannya dengan segala ketulusan dan keikhlasan.

Sekuat-kuatnya seorang pria, tetap tidak akan pernah mampu hamil dan melahirkan anak. Kekuatan seorang perempuan tidak perlu diragukan ataupun dipertanyakan. Semua kekuatan itu sudah ada di dalam diri masing-masing perempuan. Mengapa menjadi tidak berdaya?!

Perempuan juga bukan pria, perempuan tetaplah perempuan dengan segala anugerah kodrat dan takdirnya yang luar biasa itu. Keadilan yang patut diterima dan diberikan oleh perempuan adalah ketika perempuan bisa menempatkan diri sesuai posisi, waktu, dan tempatnya. Harga diri dan derajat perempuan akan ditinggikan dengan sendirinya bila mampu menjadi dirinya sendiri tanpa harus merendah atau merendahkan. Tak perlu ada yang harus dituntut, tetapi bersyukurlah dengan semua yang diberikan. Manfaatkanlah sebaik-baiknya dengan maksimal untuk kebahagiaan semua.

Pria adalah pemimpin namun perempuan adalah penguasa dunia. Segala sesuatunya dapat hancur atau menjadi lebih baik bila pria melakukan dan perempuan yang mendorong dan menghantarkannya. Tidak perlu haus akan eksistensi dan pengakuan karena posisi perempuan memang selalu menjadi pendamping dan di belakang. Meskipun demikian, pria mana yang mampu berdiri tegak bila tidak ada perempuan di samping dan di belakangnya?! Kemarahan perempuan saja bisa membuat pria berhenti dan tak mampu untuk bergerak.

Surga ada di telapak kaki ibu. Ibu adalah perempuan dan seorang perempuan sejati mampu memberikan surga bagi semua. Menghantarkan kebahagiaan yang senantiasa kepada semua dengan menebarkan cinta yang sudah diberikan itu. Bukan dengan berharap, meminta, atau bahkan menuntut, tetapi benar memberikannya.

Perempuan tak pernah lepas dari materi dan duniawi yang menjadi cobaan dan tantangan terbesar baginya. Perempuan yang sudah benar kaya tidak akan lagi memenuhi dirinya dengan semua itu. Kemiskinan hati, jiwa, dan pikiran perempuanlah yang membuat perempuan terus berkutat pada materi dan duniawi. Jika sudah demikian, tak akan pernah ada surga yang mampu dihantarkannya. Bahagia hanyalah kesenangan dan kepuasan untuk diri sendiri, bukan bahagia yang dirasakan dan dimiliki oleh yang lain, termasuk darah dagingnya sendiri. Toh, mahar yang seyogyanya dipakai dan digunakan untuk menjaga dan bersiap bila terjadi sesuatu pada pria pendampingnya itu pun dijadikan acuan untuk “menjual” diri pada kekayaan materi dan duniawi. Iya, kan?!

Perempuan cantik yang bermahkota itu, adalah perempuan sejati yang tahu pasti apa dan siapa dirinya. Perempuan indah pengasuh penyu itu, adalah perempuan sejati yang dipenuhi dengan cinta dan memiliki cinta untuk semua. Perempuan-perempuan matahari yang memberikan terang dalam gelap dan menjadikan gelap itu terang. Perempuan-perempuan sejati penghantar surga….

Wahai perempuan!!! Katamu adalah dirimu. Jadilah perempuan sejati penghantar surga bagi semua.

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

17 Juni 2012

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Cinta, Jiwa Merdeka and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Perempuan Penghantar Surga

  1. RulandP says:

    Sederhana, indah, penuh makna setiap kata, setiap bait goresan tanganmu…………………………………………………………………………..

    Salam sukses,

    RolandP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s