Tertular Penyakit Seks

Langit mendung menantikan hujan. Sekelompok pria dan sekelompok pria berbincang-bincang tanpa saling menyapa sebelumnya. Berlanjut lewat mata-mata yang saling melirik dan perubahan sikap tetap tak bisa ditutupi. Ada yang menggoda, ada yang tertarik. Ada yang juga mencoba acuh tak acuh, ada yang terang-terangan mencoba mencairkan suasana. Entah apa yang kemudian terjadi, ketika bubar ada yang saling bertukar nomor pin BB dan telepon. Selanjutnya, siapa yang tahu?!

Teringat dengan sebuah artikel yang baru dibaca beberapa waktu lalu di sebuah majalah luar negeri. Bercerita tentang penyebaran penyakit kelamin yang sulit untuk dibendung, seiring dengan meningkatnya perilaku seks bebas yang juga sulit untuk dikendalikan. Ya, seperti kata salah seorang sahabat saya, “Jaman sekarang seks itu sudah seperti makan kerupuk. Begitu mudah untuk mendapatkan pasangan seks tanpa harus melewati proses panjang dan komitmen. Yang penting sama-sama mau saja. Gratisan pula!”. Hedeh!!!

Pemikiran jadi ke mana-mana ketika membayangkan penyakit kanker rahim dan kanker tenggorokan yang disebabkan oleh virus HPV. Virus ini menular lewat seks oral, dan pelaku seks aktif yang sering berganti-ganti pasangan memiliki resiko tinggi memiliki virus ini dalam tubuhnya. Apalagi jika dibarengi dengan alkohol dan rokok. Yang menyebalkannya, virus ini sulit untuk dideteksi dan bisa bertahan dalam tubuh bertahun-tahun tanpa diketahui. Memang tubuh yang sehat mampu membersihkan virus ini dari tubuh sebanyak dua kali dalam setahun, tetapi juga sangat tergantung dengan perilaku seksualnya sendiri juga.

Sementara saat ini banyak yang masih berpikir bahwa seks oral itu aman, padahal sama sekali tidak aman apalagi jika tidak menggunakan proteksi dan tidak menjaga kesehatan serta kebersihan. Begitu juga dengan pemikiran bahwa lebih aman melakukan hubungan seks dengan orang yang “jelas” meski sudah beristri/bersuami daripada “jajan”. Masalahnya, dari mana kita tahu bahwa dia itu pasti bersih dan tidak melakukan hubungan seks dengan banyak orang lain selain pasangannya?! Dari mana juga kita tahu kalau pasangannya pasti bersih dan sehat?! Ini belum ditambah dengan perilaku seksual diri kita sendiri, kalau suka gonta ganti pasangan seks dan memiliki banyak pasangan seksual, tentunya betul-betul beresiko tinggi juga.

Kebayang, deh, tak perlu melakukan penetrasi, seks oral yang dilakukan saja sudah menjijikkan. Cairan yang keluar dari kelamin-kelamin kotor dan penuh dengan penyakit yang tak nampak, masuk ke dalam tubuh dan kemudian merajalela. Duh!!!

Manusia memiliki anugerah yang luar biasa dalam hal seks, sayangnya seks ini seringkali hanya dianggap sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi ataupun hanya sebagai “jalan” untuk memiliki keturunan. Meskipun disadari bahwa seks ini juga sangat berbahaya bila tidak mampu mengendalikan diri dan tidak dapat menjaganya dengan baik dan benar, tetap saja selalu ada alasan dan pembenaran untuk melakukan hal-hal yang tidak baik dan benar seputar seks. Urusan dosa dan neraka pun itu sudah sangat tergantung pada persepsi dan keinginan masing-masing saja. Yang penting bisa memiliki “bekal” untuk membenarkan diri sendiri sehingga tidak lagi harus takut dengan yang namanya “dosa”. Surga saja serasa sudah seperti pemilik dan memegang kuncinya, kan?!

Bayang-bayang yang berputar di dalam benak kian menjadi sewaktu ada sepasang pria dan perempuan lain yang duduk di hadapan. Tampak ada air mata yang menetes dari mata memerah perempuan itu. Sayup-sayup dari bisik-bisik terdengar mereka sedang menghadapi masalah yang cukup rumit. Perempuan itu rupanya ketahuan selingkuh oleh suaminya dengan pria yang sekarang bersamanya. Walah!!!

Belum lama sebelumnya, terjadi peristiwa yang memalukan di hadapan semua orang. Dua orang pria saling baku hantam di depan sebuah supermarket. Pria yang satu marah besar karena pria yang lainnya sudah ketahuan meniduri istrinya. Sementara pria yang satu lagi merasa tak bersalah melakukan semua itu karena dilakukan tanpa ada paksaaan, dan tanpa mengetahui bahwa perempuan yang ditidurinya itu sudah memiliki suami dan anak. Siapa ditipu, siapa menipu?! Bagaimana kalau kemudian adasalah satu dari mereka yang ternyata membawa virus penyakitmenular yang berbahaya? Sudah tertipu kena penyakit pula!!!

Yah, ada juga kemudian yang berpikir lebih baik melakukan chat seks dan masturbasi atau onani sendirian daripada tertular penyakit. Ini juga tak berarti lebih sehat, karena jiwa dan pikiran bisa terganggu. Biar bagaimana pun, masturbasi atau onani merupakan salah satu bentuk dari penipuan pada diri sendiri. Otak “diperdaya” oleh diri sendiri yang bila keseringan atau menjadi kebiasaan maka akan merusak diri sendiri juga. Efeknya akan terasa pada kemampuan pengendalian diri yang semakin sulit dilakukan dan perasaan “hampa” akan kian terasa. Tentunya akan berpengaruh juga pada kerja, ketika tidak bisa fokus dan sulit untuk konsentrasi.

Sebetulnya sudah bosan bercerita tentang semua ini karena sudah bukan hal baru dan pasti banyak sudah yang memberikan input bahayanya perilaku seksual yang tidak sehat, tidak baik, dan tidak benar. Lebih bosan lagi mengetahui semakin banyaknya orang yang tak peduli dengan hal ini dan selalu saja egois. Memikirkan hanya kepentingan dan kesenangan diri sendiri tanpa peduli dengan masa depan meski mengaku atau merasa baik dan peduli sekalipun. Entahlah, hingga kapan semua ini akan terjadi. Manusia memang binatang, sayang bila otak dan hati yang membuat manusia jauh lebih sempurna dari binatang ternyata tidak digunakan dengan sebaik-baiknya. Barangkali lebih baik jadi binatang saja sekalian, ya!!!

Salam hangat penuh cinta selalu,

Mariska Lubis
17 Oktober 2013

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Pendidikan Sosial and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s