Cukup Sudah! Indonesia Harus Merdeka!

Cukup sudah pemerintah mengabaikan hak-hak rakyat Indonesia untuk mendapatkan penyelenggaraan pemilu yang baik dan benar. Cukup sudah pemerintahan sejak di era reformasi ini membodohi rakyat dengan segala alasan demokrasi dan kebebasannya. Sesungguhnya semua itu tidak ada! Tidak ada bedanya dengan tirani Orde Baru, hanya caranya saja yang berbeda. Maaf, cukup sudah!

Kita semua terlena dengan kata demokrasi yang terus diumbar sebagai alasan kebebasan. Perlu diakui bahwa kebebasan itu ada, namun hanya sebatas bicara dan berpendapat. Lebih dari itu, tidak ada! Malah kita jadi semakin terkurung oleh kapitalis yang sudah ratusan tahun memanfaatkan kata demokrasi untuk menguasai dunia. Apapun ujung-ujungnya jadi duit, duit, dan duit!

Lihat saja media massa, tidak ada lagi idealismenya. Semua tergantung pada kepentingan dan bayaran, mau berdalih seperti apapun fakta dan kenyataannya demikian. Mana mungkin bisa terus hidup tanpa duit? Idealisme hanya bikin miskin dan sengsara saja, kan?!

Pemerintahan di era reformasi hingga saat ini juga telah terbukti gagal menerapkan demokrasi yang baik dan benar. Terbukti dari kacaunya peraturan, Undang-Undang, dan penyelengaraan Pemilu yang jelas sudah melanggar dari prinsip dasar demokrasi itu sendiri. Rakyat tidak pernah diberi kesempatan untuk menentukan calonnya sendiri, selalu dicalonkan oleh partai atau mencalonkan diri sendiri. Rakyat hanya diminta untuk mendukung dan memilih saja, padahal semua pelaksanaannya menggunakan uang rakyat. Bahkan, MK sendiri sudah jelas mengakui bahwa aturan dan UU Pemilu yang ada tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD45. Herannya, mengapa dilanjutkan?!

Sudah bukan desas desus atau asal bicara jika uang bicara banyak di pemilu yang digembar-gemborkan sebagai pesta demokrasi. Hal ini disebabkan karena peraturan dan penerapannya memberikan peluang untuk melakukan money politic, ditambah lagi dengan lemahnya sangsi dan hukuman kepada pelaku. Gilanya lagi, urusan money politic ini dianggap tidak pernah ada dan terus saja ditutupi. Padahal, sudah terbukti Hakim sekelas Akil pun tidak sebersih yang selama ini ditampilkan. Kenapa semua ini seperti dibiarkan terus berlangsung?

Yang paling membuat saya tidak habis pikir adalah hebatnya pembodohan yang dilakukan terhadap rakyat lewat penggiringan-penggiringan opini yang heboh dan luar biasa. Seperti kasus gugatan Pilpres yang dilakukan oleh pihak Prabowo, yang seolah-olah ini menjadi urusan ketidaklegowoan atas kekalahannya semata. Bisa saja apa yang saya pikirkan ini dianggap sebagai alasan pembelaan, namun bukan menang kalah inti dari gugatan ini. Jika caleg-caleg boleh menggugat, kenapa Prabowo dilarang? Jika memang sudah lama terjadi kekacauan dalam penyelenggaraan pemilu, kenapa dibiarkan terus? Sengaja, ya?!

Mahkamah Agung memang tidak mudah mengambil keputusan, ada banyak sekali pertimbangan yang harus dipikirkan. Mengabulkan gugatan Prabowo dan gugatan para caleg di sengketa Pileg sehingga perlu dilakukan pemilu ulang, sama artinya dengan mengakui kebrobrokan penyelenggara pemilu, dalam hal ini pemerintah termasuk Presiden, Mentri, anggota dewan, KPU , dan lain-lain,  bahkan MK sendiri. Jadi, tidak perli heran jika gugatan Prabowo tidak dikabulkan, hal ini sudah saya prediksi dari awal. Yang diperlukan adalah nyali dan keberanian MK untuk mengambil keputusan besar dan mengakui kesalahan-kesalahan semua pihak penyelenggara pemilu mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Sayangnya, belum ada nyalinya, tuh!

Semua kesalahan dan masalah ini bisa kemudian dilimpahkan kepada pemerintahan selanjutnya. Menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah, apalagi mengingat bahwa dari pemilu ke pemilu di era reformasi, pemimpin yang terpilih dilegitimasi jabatannya lewat hasil pemilu yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD45. Ditambah lagi dengan kemenangan lewat pemilu buruk, diakui tak diakui, tetap tidak akan pernah diakui semua kesalahan dan masalah yang terjadi. Sehingga apa yang saya khawatirkan akan terus berlanjut, yaitu pembodohan dan penipuan terhadap rakyat lewat pemilu dengan dalih demokrasi dan kebebasan. Rakyat akan terus dibuat bodoh dan dijaga kebodohannya, walau dibuat merasa sudah pintar dan sangat pintar. Kalau benar pintar, pasti sadar, deh!

Tidak ada kebebasan yang tanpa batas kecuali Allah, oleh karena itu sebagai manusia harus sadar diri, tahu persis menempatkan diri sesuai waktu, tempat, dan posisinya. Semua pejabat dan pegawai pemerintah meski pemimpin pemerintahan sekalipun adalah pegawai rakyat, pelayan rakyat yang digaji dan dibayar oleh rakyat!!! Oleh karena itu, seharusnya sadar diri! Bekerjalah dengan baik untuk kepentingan rakyat, bukan untuk kepentingan diri sendiri, kelompok, partai, dan negara lain, dong! Tahu diri, kenapa?!

Saat ini, Indonesia dalam posisi yang sangat tidak enak. Rakyatnya terpecah dan tingkat kepercayaan sangat rendah terhadap pemerintah. Kehidupan ekonomi buruk, dan pendidikan pun di posisi nomor tiga terbawah di dunia. Sangat tergantung kepada rakyatnya sendiri. Bagi yang mau terus dibodohi silahkan, saya tidak mau! Cukup sudah!!!

Tidak akan pernah ada yang bisa menghentikan terkuaknya kebenaran meski membutuhkan waktu panjang dan ketika sudah menjadi sejarah. Menang kalah bukanlah pokok pikiran utamanya, tetapi keinginan kuat untuk merdeka dari penjajahan lewat pembodohan dan penipuan. Perjuangan akan terus berlanjut melawan kebodohan dan pembodohan hingga akhir nanti!

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

21 Agustus 2014

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Politik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s