Cintaku Berhenti Di Bangku Sekolah

image

Mendengar kembali lagu Galih dan Ratna pada acara reuni silver SMP 5 Bandung angkatan 89 membuat senyum-senyum sendiri. Begitu banyak hal indah terjadi di masa sekolah yang sadar tak sadar berpengaruh pada kehidupan kita saat ini dan nanti. Meski pada saat itu belum punya pacar tetapi sepertinya cinta ini berhenti di bangku sekolah. Aaahhh!!

“Dua puluh lima tahun kereta membawa masa berlalu…
Wajah-wajah berubah ke sana ke sini seiring waktu…
Namun jiwa dunia muda tetap terpaut….
Pada selendang kenangan indah di masa lalu…
Yang tersimpan rapih dalam kotak kerinduan yang tak pernah terhapus…
Dan terkunci dalam rumah di hatiku” #ML 2014

Tak pernah terbayang sebelumnya bahwa acara reuni akan menjadi ajang yang menyenangkan dan mengasyikkan. Maklum, biasanya reuni cuma dijadikan ajang eksistensi dan unjuk gigi sehingga membuat bosan dan menyebalkan. Menjadi anak-anak kembali mungkin terdengar gila tetapi momen reuni yang seperti inilah yang bisa membantu banyak diri kita untuk bisa ingat akan apa dan siapa diri yang sebenarnya tanpa harus munafik dan jaga image.

Senang rasanya bisa melihat teman-teman mengakui tanpa malu semua kenakalan dan kesalahan yang telah dilakukan di masa sekolah dulu. Memohon maaf kepada guru-guru yang mungkin pada waktu itu dianggap menyebalkan karena sudah memarahi dengan keras. Air mata bahkan bercucuran ketika lagu hymne guru dinyanyikan dan sungguh rasa bersalah itu muncul semua. Beruntunglah ternyata guru-guru itu berjiwa besar dan mau memaafkan bahkan mendoakan. Apa jadinya bila kita terus hidup dengan arogansi selalu merasa benar dan tak mau menghormati guru?!

“Terpujilah wahai engkau, ibu bapak guru… Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku…Tanpa prasasti akan kuukir di dalam hatiku….”

image

Air mata pun tak terbendung ketika diberitahu teman-teman seangkatan yang sudah terlebih dahulu berpulang. Masih teringat senyum dan wajah-wajah ceria mereka ketika masih bersama-sama. Betapa Allah mencintai mereka dan membawa mereka pulang terlebih dahulu. Mengingatkan diri untuk berusaha menjadi lebih baik lagi dan mengisi waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya. Sebab, semua pasti ada masa dan waktunya, semua pasti akan kembali pada-Nya.

“Selamat jalan kekasih….”

Kerinduan terhadap masa-masa indah di bangku sekolah itu begitu nyata. Lagu-lagu yang dinyanyikan teman-teman di band dan group musik membangkitkan banyak sekali hal yang indah. Seperti sebuah film yang diputar kembali dan terus berputar. Bahkan usai reuni, rasanya semua tak ingin pernah berakhir untuk diulang kembali. Menjadi sebuah euphoria di dalam diri yang begitu menyenangkan dan membahagiakan.

“Not not… Notorious”

image

Buku Laura, lima sekawan, asterix, trio detektif seperti masih ada di dalam pegangan dan terbaring di samping tempat tidur. Buku Enny Arrow yang pastinya menjadi bacaan diam-diam terfavorit remaja pada saat itu pun terlintas dalam benak. Kelebatannya itu loh, hahaha!!! Belum lagi ditambah dengan lagu-lagu yang dulu top dan sering diputar saat berajojing ria di tempat sepatu roda. Plus pada saat-saat sedang terpincut dengan seseorang walau hanya sebatas pandangan dan diam.

“Everyone needs a soldier to cry on…… Side by side, with you till the end…..” – Tommy Page

Tak heran jika semua mau turun kembali ke lantai dansa dan masih berbaris seperti dulu, ketika lagu-lagu kenangan indah itu dilantunkan. Malah otak gila memunculkan wajah-wajah voltus, megaloman, Lupus, dan Catatan Si Boy di antara keramaian. Masih ingat bagaimana celana pendek itu semakin pendek oleh lintingan dan sengaja dibuat robek serta ditempel plester untuk kelihatan keren. Tas dengan tali super panjang yang bikin ribet juga seperti masih dikenakan.

“Dear diary…. Waktu itu….” Ahay!!!

image

Yang paling lucu adalah melihat wajah-wajah yang dulu pernah menjalin cinta sebagai kekasih. Kini masing-masing sudah berkeluarga dan memiliki kehidupan masing-masing tetapi sepertinya masih ada yang belum beranjak juga. Cinta lama campur aduk malu, benci, dan marah serta cemburu yang tersimpan rapih tak bisa disembunyikan. Rona semu merah di pipi dan pandangan mata nanar menjadi bukti kejujuran.

“Oh mungkinkah oh mungkinkah… kau sayang padaku…”

Ah! Biarlah cinta ini berhenti di bangku sekolah! Biar bagaimana pun juga semua itu tetap akan selalu ada dan tersimpan di dalam diri.

image

Salam hangat selalu,

Mariska Lubis

12 September 2014

#sebuah tulisan kenangan reuni silver SMPN 5 Bandung angkatan 89 di Bumi Sangkuriang 30 Agustus 2014. Terima kasih panitia!

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Cintaku Berhenti Di Bangku Sekolah

  1. rezvani says:

    Nice wrote Mariska….jadi inget semua2 moment yg mengasyikkan jaman kita smp dulu yaaa… Makasiii utk dedikasinya menuliskan ini after kita reuni bersama…. Nice to meet you too, secara long time no c u…… success always yaaa…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s