Anak Kota, Anak Desa, Anak-Anakku Tersayang

20160512_063511.jpg

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya membawa tiga bidadari kota menempuh perjalanan 12 jam menggunakan bus malam. Dari Bandung menuju kota Purwodadi, ditambah lagi perjalanan menggunakan angkot sewaan sekitar 15 menit menuju sebuah Desa bernama Desa Kedungrejo. Bidadari-bidadari kota dipertemukan dengan bidadari-bidadari dan pangeran desa, menjadi pengalaman yang luar biasa.

Mimpi-mimpi menjelang keberangkatan dan sepanjang perjalanan begitu meriah. Ada yang ingin memandikan kambing, ada yang ingin main di sawah, ada yang ingin berenang di sungai. Sungguh mengharukan, terlebih lagi tak ada satu pun yang berpikir buruk tentang desa. Walaupun diberitahu ada yang berbeda, terutama urusan kamar mandi dan makan, mereka tetap tidak patah semangat. Bagi mereka, desa adalah dunia baru yang pasti mengasyikkan untuk dijadikan tempat bermain.

“Hore! Akhirnya aku lihat sawah!!!”

“Hore!!! Aku pernah naik angkot juga!!!”

Setibanya di depan rumah tempat kami menumpang nginap, semua mencoba berani turun dari angkot. Mereka terhadang oleh ayam-ayam berkaki mini yang berkeliaran.

“Emmmm!!! Aku takuuuttt!!! Itu kenapa ayamnya aneh?!”

Hahaha!

“Itu ayam kate, Nak! Memang kakinya pendek!”

“Oh gitu, tapi aku takuuuttt!!!”

Tak perlu waktu lama untuk bidadari kota dan bidadari serta pangeran desa berjumpa dan saling menyapa. Mereka semua adalah anak-anak Indonesia yang ternyata sama saja, sama-sama bisa bersatu dalam cinta dan kasih sayang. Mereka pun saling bercanda dan penuh gurau. Gelak tawa mereka sungguh membuat hati ini bahagia.

“Aku ingin lihat kambing!”

Tanpa kenal lelah dan karena begitu inginnya mereka melihat kambing, mereka pun langsung berlari ke sebuah rumah yang di belakangnya ada kandang kambing.

“Budeee!!!”

“Pakdeee!!! Ayo lihat kambing!!!”

Subuh yang baru saja lewat, dan mata yang masih mengantuk, langsung berubah menjadi terang benderang bagi Bude dan Pakde pemilik kambing. Mereka langsung menuju ke halaman belakang.

20160512_064255.jpg

“Aduh! Ternyata kambing itu bau!”

“Lah iya! Berani pegang, nggak?!”

“Katanya mau mandiin? Berani nggak?!”

“Nggak, ah!”

Jangankan untuk pegang, untuk naik ke dalam kandang kambing pun mereka tak berani! Bukan hanya bidadari kota, bidadari desa pun ternyata sama saja!!! Hahaha!!!

Perhatian pun beralih pada sebatang pohon jeruk Bali yang buahnya sangat banyak di depan kandang kambing. Mereka pun segera berlari mengagumi buah-buah jeruk yang besarnya lebih besar dari kepala mereka.

20160512_064512.jpg

“Wah, jeruknya besar banget! Bagaimana cara makannya?!”

“Boleh aku petik?!” 

Puas dengan jeruk Bali, mereka segera berlari ke sawah dan berjalan-jalan mengitari desa. Lagi-lagi mereka bertemu dengan banyak ayam. Lagi-lagi pula mereka harus heboh sendiri.

“M, ada ayam pink!”

“M, itu kenapa ayamnya kok aneh dan besar?!”

“Itu bebek, Nak, bukan ayam!”

“Wkwkwkwk….”

Yah, ini hanya sekilas cerita tentang anak kota dan anak desa, anak-anakku tersayang. Pengalaman mereka berjalan di lumpur, di pinggir kali, melihat pemandangan-pemandangan yang berbeda menjadi cerita sendiri dalam kehidupan mereka. Lucu dan menggelikan, sekaligus membuat haru.

20160512_115700.jpg

Pertemuan mereka memberikan saya banyak pelajaran dan bukti bahwa anak-anak begitu polos dan suci, berbeda dengan orang tua. Tidak ada masalah yang seharusnya membuat anak-anak kota dan anak-anak desa tidak bisa menjadi satu dan bergembira bersama. Tidak ada yang perlu ditakutkan mengajak anak-anak kota bermain di desa. Semuanya justru akan menjadi pengalaman indah yang tak akan bisa mereka lupakan sepanjang hidup.

“M, Kapan kita balik lagi ke Desa Kedungrejo?”

“Iya, M! Aku senang tinggal di desa, lebih asyik!”

“Aku juga senang di desa. Lebih sehat!”

Hmmm….

Allah Maha Baik, Allah Maha Besar, semoga semua anak-anakku tersayang, anak-anak Indonesia, di manapun mereka berada selalu diberikan yang terbaik dan terindah dariNya. Amin.

 

Jakarta, 19 Juni 2016

 

Mariska Lubis

:/ Peluk cium untuk Manar, Mahala, Maitreya, Cindy, Gilang, Tata, dan semua yang di Desa Kedungrejo

 

About bilikml

Saya adalah saya yang memiliki cinta untuk semua. Biarlah semua yang saya tulis menjadi ibadah, hormat, dan pengabdian kepada Yang Maha Kuasa agar berguna dan bermanfaat bagi semua yang saya cintai, Indonesia. Long lasting love for lust.... Freedom toward never ending and never last happiness.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s