Mimpi Tentang Cinta

Seperti film-film dan buku-buku romantis yang berkisah tentang bagaimana sepasang kekasih saling jatuh cinta, menghabiskan waktu berdua bersama dan menjalani kehidupan dengan segala keindahannya. Tidak ada jarak dan batas yang memberikan peluang untuk berpisah, keyakinan dan kenyamanan membuat kebersamaan itu ada. Tidak ada juga yang lain selain cinta yang hanya dari dan oleh serta untuk berdua dan bersama. Setiap usaha dan perjuangan menjadi berharga untuk dilakukan, karena cinta yang ada akan selalu semakin menguatkan dan tak terpisahkan. Mungkinkah semua itu dimiliki?!

Seorang perempuan mendesah dalam dan panjang, berpikir tentang hubungannya dengan seorang pria yang dicintainya. Sadar penuh bahagia merasuki dan meresapi seluruh hati, jiwa, dan tubuhnya. Namun, sadar penuh juga bahwa ada banyak hal yang membuatnya kehilangan mimpi untuk mau menjalani masa yang akan datang bersamanya. Terlalu banyak celah dan kemungkinan yang membatasi dan memberi jarak di antara mereka. Keyakinan pun menjadi tidak ada, berdua pun tetap sendiri dan sepi.

Continue reading

Posted in Love, Mariska Lubis | 2 Comments

Pelajaran Berharga Dari Era Love and Peace 60’s – 70’s

Tidak perlu diragukan bahwa generasi tahun ‘60 dan ‘70-an memang sangat berwarna-warni, menakjubkan, dan kontroversial. Memberikan perubahan yang dilakukan sedemikian drastisnya terhadap kondisi sosial politik, dan budaya baik di Amerika maupun seluruh dunia. Pertanyaannya, apakah benar itu adalah proses modernisasi yang membuahkan kehidupan menjadi lebih baik pada saat ini dan juga nanti?! Ataukah semua itu hanyalah sebuah “perburuan” untuk mendapatkan kesenangan semata?!

Saat ini saya tidak sedang membahas bentuk revolusi seni yang mereka lakukan, tetapi lebih kepada perihal pola pikir dan cara pandang mereka yang mempengaruhi kehidupan sosial, politik, dan budaya pada masa itu dan pengaruhnya hingga sekarang ini. Persamaan status sosial (ras, gender, dan pilihan perilaku seks), gaya hidup bebas (sex, drugs, and rock ‘n roll), peniadaan batas counterculture (lintas budaya), juga penyebaran aktivitas demokrasi.

Generasi ini memang telah berhasil meluruhkan perbedaan dalam status sosial yang pada masa sebelumnya sangat kental dan kuat. Feodalisme dan hirarki dalam status sosial memang seringkali membuat masalah sehingga kemudian menjadi peperangan dan juga bahan serta sarana untuk saling menjatuhkan dan menghabisi satu sama lainnya. Namun perubahan yang dilakukan ini terlalu radikal, menurut saya, karena tidak mengindahkan budaya yang ada sebelumnya juga kesiapan atas mental mereka yang harus menghadapinya.

Continue reading

Posted in Politics, Sex and Politics | Tagged , , | Leave a comment

Ketika Waktu Berhenti

Seekor ulat bulu tengah merayap ketika waktu berhenti berputar. Daun-daun yang seyogyanya menari bersama hembusan angin menjadi senyap dan kaku seketika. Tidak ada lagi gairah dan pandangan yang menggoda. Hanya ketakutan yang tersisa.

Menangis dan berharap akan ada kupu-kupu besar datang menolong dan membawa pergi. Memberikannya cinta dan kasih sayang. Melepaskannya dari tikaman duri mawar merah yang kian lama kian merongga. Bertanya, “Apakah tidak ada cinta walau setitik untukku, ayah? Apakah tidak ada sehelai kasih sayang meski sebenang untukku, ibu?”.

Petir menyambar di antara awan gelap menambah dera dalam ketakutan. Suara-suara terus menggelegar memekakkan telinga. “Pejantan mana yang mau mendampingimu betina jalang? Orang tuamu pun bahkan tak ingin menyentuhmu! Dirimu memang cantik dan menggeliat, tetapi dirimu membuat sekujur tubuh gatal dan panas oleh sengatan. Lihatlah kehancuran yang sudah dirimu perbuat pada daun-daun itu! Memalukan!!!”

Continue reading

Posted in Love, Mariska Lubis | Tagged , , , , | Leave a comment

Cinta Yang Dibutuhkan

Malam telah tiba, sepasang perempuan dan pria sudah menghabiskan hari berdua bersama di atas peraduan. Mengatasnamakan cinta dan kerinduan yang sesungguhnya sudah menjadi kebiasaan semata. Kemanjaan diri terhadap hasrat, keinginan, dan nafsu.

Perempuan itu berlabuh di dada dan menatap wajah pria yang sedang memeluk dan mengelus lembut tubuhnya. Senyum terurai menunjukkan kebahagiaan, namun kekosongan pada binar mata tak dapat dipungkiri. Hatinya teriris menyaksikan apa yang dilihatnya dari bola mata pria itu.

“Saya selalu berkhayal untuk dapat bercinta penuh dengan cinta sambil diiringi sebuah lagu khusus yang teramat saya sukai.”
“Oh ya?! Lagu apa?!”
“Sebuah lagu yang bagi saya merupakan sebuah ekspresi dari peluruhan jiwa dan raga yang menyatu.”
“Seksi banget pastinya, ya?”
“Romantis tepatnya. Kebayang, kan, bagaimana indahnya bercinta dengan penuh cinta?! Menyatukan seluruh yang dimiliki dan kerinduan untuk menyatukan cinta yang ada, hingga menjadi sebuah keindahan yang utuh dan senantiasa abadi.”
“Bukankah itu yang selalu kita lakukan selama ini?!”
“Hmmm…”

Continue reading

Posted in Freedom, Love | Tagged , , , , | 3 Comments

Bingkisan Terindah Dari Para Malaikat

Air turun dari langit membersihkan bumi. Tiada henti dan terus menerus turun bersama petir yang seolah gemas dengan kotornya bumi ini. Seorang anak tanpa ayah dan ibu meringkuk merintih kesakitan. Batuk yang tak kunjung berhenti di udara yang dingin membuatnya semakin kesakitan. Apalagi, ketika dilihatnya air mulai menggenangi lantai rumah tempatnya berteduh.

Virus-virus yang dapat menyebar ke sepuluh orang dalam waktu seminggu dan tersimpan di dalam tubuh dalam jangka waktu lama itu telah membuatnya lelah. Sekujur tubuhnya sakit seperti tertusuk. Makanan sulit untuk diterima dan dicerna. Obat sudah diberikan namun membutuhkan waktu untuk dapat membuatnya sembuh kembali. Setelah sekian lama dia harus menahan sakit itu, dia pun mulai kehilangan keinginan untuk sembuh.

Continue reading

Posted in Love | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pria dan Buah Hatinya

Melihat pria bermain penuh ceria dengan buah hatinya selalu saja menarik dan membuat diri bergumam dalam khayal. Teringat masa dan waktu bersama ayah dan menghabiskannya dengan penuh kehangatan. Terbayang juga dengan anak-anak yang selalu membutuhkan figur seorang ayah untuk dapat  menuntun dan memimpinnya hingga menjadi dewasa dan mandiri sebagaimana selayaknya seorang manusia sejati. Tentunya, hampir semua perempuan merasakan hal yang sama. Pria dan buah hatinya selalu menggoda!

Saya masih ingat trik-trik teman dan adik-adik saya yang memanfaatkan keponakan mereka untuk dapat menarik perhatian perempuan. Begitu juga dengan teman-teman pria yang suka menggoda dengan berlagak seperti benar saja ayah yang baik. Tapi, apapun itu, memang tidak bisa disalahkan. Naluri untuk mendapatkan perhatian lewat beragam cara sudah lumrah dan amat sangat bisa dimaklumi. Apalagi perempuan secara alamiah juga selalu tertarik dengan pria yang dekat dengan anak-anak karena biasanya mereka bisa menjadi ayah yang baik bagi anak-anak.

Continue reading

Posted in Freedom, Love, Passionate Revolution | Leave a comment

Cinta Terakhir

Ilustrasi: google search

Ada banyak yang datang dan pergi  di hari-hari yang telah lalu. Tidak dapat dipungkiri ataupun bisa dihilangkan. Tidak perlu juga untuk ditutupi dan disanggah. Mereka ada pada saat dan waktunya, namun semua itu sudah berakhir. Kini pun banyak yang memburu dan memaksa tetapi untuk apa? Tidak ada lagi keinginan untuk kembali ke masa lalu, yang sekarang pun hanya ada satu, masa depanlah yang menjadi tujuan. Walaupun bukan yang pertama, tapi selalu ada yang terakhir.

Mengingat dan mengenang masa lalu memiliki keindahan tersendiri. Bahkan tak jarang menjadi larut dan tenggelam kepada kehidupan di masa lalu itu. Terbayang segala keindahannya, apalagi bila belum selesai dan usai. Seperti masih ada yang harus dituntaskan dan membuat penasaran. Hanya saja, manusia berubah termasuk diri sendiri. Belum tentu apa yang ada di dalam bayangan dan mimpi itu benar adanya, kita tidak pernah tahu. Bisa jadi, semuanya justru bukan menjadi lebih baik tetapi jauh lebih buruk. Masa depan itu harus lebih indah, kan?!

Sebuah pembicaraan tentang masa lalu dan masa depan, berikut setiap perjalanan yang ada membuat diri semakin yakin. Biarpun ada jutaan yang datang sekarang ini, baik di masa lalu, kini, dan nanti, tetap saja hanya ada satu yang di dalam hati. Dia memang bukan yang pertama, tetapi dialah yang terakhir. Tidak ada keinginan untuk yang lain, pintu itu sudah tertutup dan tidak mau dibuka lagi. Sudah ada yang ada di dalam sana, dan itu untuk selamanya.

Continue reading

Posted in Love | Tagged , , , , , , | 3 Comments